BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 3.621 Paket Daging Qurban dan Perkuat Pemberdayaan Peternak Lokal

Read Time:2 Minute, 28 Second

 

Saat pembukusan daging Qurban Idul Adha 2026 BAZNAS kab. Mojokerto(Susilo/Pojokkampungnews.com)

Pojokkampung, Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menggelar Seremoni Kurban Berkah BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (30/5/2026) di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Kegiatan ini menjadi momentum syiar ibadah kurban sekaligus wujud nyata penguatan ekonomi umat melalui pemberdayaan peternak lokal.

Acara dihadiri oleh Bupati Mojokerto, pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama, Kementerian Haji, Forkopimca Mojoanyar, para pimpinan KBIHU, pengurus dan amil BAZNAS, relawan, tokoh masyarakat, serta para mustahik penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam laporannya menyampaikan bahwa Program Kurban Berkah tahun ini tidak hanya berfokus pada penyembelihan dan distribusi daging kurban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Yang membanggakan, seluruh kambing yang disembelih pada program kurban tahun ini berasal dari Balai Ternak binaan BAZNAS. Ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada tahun 2026, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 301 ekor kambing, dengan rincian:

60 ekor dari Program BAZNAS RI;

231 ekor dari Program BAZNAS Kabupaten Mojokerto;

10 ekor dari program kerja sama BAZNAS dan USAID.

Seluruh hewan kurban tersebut merupakan hasil peternakan masyarakat yang tergabung dalam program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Dari proses penyembelihan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berhasil mendistribusikan 3.621 paket daging kurban dengan berat sekitar satu kilogram per paket kepada masyarakat fakir miskin di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.

Menurut Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, angka tersebut bukan sekadar statistik distribusi bantuan, tetapi menggambarkan hadirnya manfaat nyata bagi ribuan keluarga yang membutuhkan.

BACA JUGA :   Maket Pameran Pernikahan,Grand Whiz Trawas Tawarkan Konsep Pernikahan Nyata dan Promo Eksklusif

“Di balik setiap paket yang diterima masyarakat, terdapat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan amanah para pekurban yang telah mempercayakan ibadahnya melalui BAZNAS,” tambahnya.

Selain keberhasilan distribusi kurban, BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga mencatat penghimpunan dana kurban dan layanan Iduladha tahun 2026 mencapai sekitar Rp1,001 miliar. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan yang dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas keberhasilan mengintegrasikan aspek ibadah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa program Kurban Berkah tidak hanya menghadirkan nilai keagamaan, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi peternak lokal, memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana semangat kurban mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, mendukung peternak lokal, serta memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Bupati Mojokerto.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga merencanakan pengembangan program Lumbung Pangan Berbasis Kelompok Masyarakat, sebagai kelanjutan dari keberhasilan model pemberdayaan Balai Ternak. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok-kelompok binaan.

Melalui Program Kurban Berkah, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“Dari kurban untuk keberkahan, dari pemberdayaan menuju kemandirian umat.”(*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Spread the love

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pemkot Mojokerto Tegaskan Konsistensi Tata Kelola Keuangan, Raih WTP Ke-12 Berturut-turut