12 Remaja Diamankan Polisi Mojokerto Diduga Hendak Perang Sarung di Malam Ramadan

Read Time:1 Minute, 37 Second

 

Tampak beberapa remaja setelah diedukasi petugas disuruh sungkem minta maaf kepada orang tuanya masing-masing(Susilo/pojokkampungnews.com)

Pojokkampung,Mojokerto – Polsek Ngoro Polres Mojokerto mengamankan sebanyak 12 remaja yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung di beberapa titik di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/03/2026) dini hari.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, S.H., M.H. mengatakan, para remaja tersebut diamankan oleh petugas yang sedang melaksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan ramadhan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mendapati ada sekelompok remaja yang diduga akan melakukan perang sarung, sebanyak 12 remaja langsung kami amankan ke Mapolsek Ngoro untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kompol Heru.

Para remaja tersebut kemudian didata dan dipanggil orang tuanya masing-masing agar mengetahui kejadian tersebut. Kemudian diberikan pembinaan sebagai upaya edukasi dengan tujuan agar tidak mengulangi perbuatannya dan terhindar dari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Setelahnya, mereka akhirnya dipulangkan.

“Setelah kami amankan, kami panggil orang tua masing-masing. Atas persetujuan orang tua masing-masing, kami berikan pembinaan bahwasanya perang sarung yang awalnya dianggap permainan saat Ramadhan dapat berpotensi menimbulkan bahaya,” tegasnya.

Dalam beberapa kasus, yang menimbulkan bahaya seperti sarung yang diisi benda keras seperti batu atau diikat dan dapat melukai peserta lain. Sehingga dalam hal ini, Kapolsek Ngoro mengajak para remaja untuk mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan yang lebih positif, seperti kegiatan keagamaan di masjid atau aktivitas sosial di lingkungan masing-masing.

Kapolsek Ngoro juga mengingatkan akan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari selama Ramadhan. Sehingga dapat meminimalkan adanya potensi kenakalan remaja selama Ramadhan dan dapat menciptakan suasana ibadah tetap aman dan kondusif.

BACA JUGA :   Alvi Maulana Tersangka Pembunuh Dan Mutilasi Wanita Cantik Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan Mojokerto

“Kami harap agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya di waktu dan tempat yang semestinya, seperti mengecek keberadaan dan pergaulan anak, serta memantau aktivitas media sosial yang dimiliki anak,” imbaunya.(*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Spread the love

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Lapas Mojokerto Terima Kunjungan Kerja BNN Kota Mojokerto ,Perkuat Sinergi Pembinaan Dan Rehabilitasi
Next post Pemindahan Ibu Kota Mojokerto Jangan Abaikan 10 “Alarm Akademik” Dari ITS