Tampak Kericuhan terjadi saat mobil yang ditumpangi Pimpinan pabrik keluar gerbang.(Susilo/Pojokkampungnews.com)
Pojokkampung, Mojokerto Jatim.- Aksi demonstrasi ratusan buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, memasuki hari ketiga, Rabu (24/6/2026). Aksi sempat memanas setelah terjadi saling dorong antara massa buruh dan petugas keamanan yang diduga disewa pihak perusahaan.
Kericuhan terjadi saat dua mobil yang diduga ditumpangi petinggi perusahaan hendak keluar dari area pabrik. Massa buruh yang berjaga di gerbang berupaya menghadang kendaraan tersebut, namun dihalangi oleh petugas keamanan yang mengawal mobil hingga keluar ke jalan raya.
Situasi sempat memanas dan nyaris terjadi bentrokan. Namun aksi saling dorong berhasil diredam sehingga demonstrasi kembali berlangsung kondusif.
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang digelar sejak Senin (22/6/2026). Sejumlah buruh bahkan memilih bertahan dan bermalam di depan pabrik dengan mendirikan tenda darurat dari terpal.
Mereka mengaku sengaja berjaga di depan gerbang untuk mengawasi aset perusahaan selama proses penyelesaian tuntutan pembayaran upah yang belum diterima.
Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto, Eka Hernawati, mengatakan insiden saling dorong dipicu kesalah pahaman dan provokasi di lapangan.
“Tadi sempat terjadi insiden saling dorong dengan beberapa orang bayaran dari pihak perusahaan dengan kawan-kawan serikat. Sebenarnya hanya terprovokasi dengan apa yang disampaikan kawan-kawan. Alhamdulillah saat ini sudah kondusif,” terang Eka kepada wartawan di lokasi Perusahaan.
Menurut Eka, tuntutan buruh masih sama, yakni meminta perusahaan segera membayar upah pekerja yang belum dibayarkan selama Januari hingga Maret 2026.
Hingga hari ketiga aksi berlangsung, kata dia, manajemen perusahaan belum memberikan kepastian kapan gaji ratusan pekerja tersebut akan dicairkan.
“Sampai saat ini pihak perusahaan masih komunikasikan dengan pimpinan perusahaan terkait tuntutan kawan-kawan kapan upah mereka dibayarkan,” ujarnya.
Eka dalam Orasinya juga meminta para buruh tidak takut terhadap pihak yang berupaya membubarkan aksi.
“Bukan direktur outsourcing yang membayar kalian dan mereka tidak berhak untuk membubarkan kita. Jangan takut kawan-kawan, negara ini negara hukum. Pimpinan perusahaan dan manajemen sudah ingkar janji,” tegasnya.
Karena belum ada kepastian, para buruh memutuskan tetap bertahan di depan pabrik hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka juga menyayangkan belum adanya perwakilan manajemen yang menemui massa untuk memberikan penjelasan secara langsung.
“Kami tidak bisa menunggu terlalu lama untuk kepastian itu. Sehingga kami harus memaksimalkan anggota untuk berjuang bersama-sama di depan PT Pakerin,” pungkas Eka.(*)

Average Rating