Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan saat tanya jawab bersama wartawan di acara monitoring dan Evaluasi serta konsolidasi Tekforma tahun 2025(Susilo/Putri/Pojokkampungnews.com)
Pojokkampung,Surabaya – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi serta Konsolidasi Tekforma Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola teknologi informasi dan transformasi digital pemasyarakatan.
Kehadiran Kalapas Mojokerto mencerminkan komitmen pimpinan dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Forum ini juga menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antar UPT dalam penerapan kebijakan berbasis digital.

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Mojokerto turut didampingi oleh operator Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) serta petugas Humas Lapas Mojokerto. Keterlibatan keduanya memiliki peran penting dalam mendukung implementasi Tekforma, khususnya dalam pengelolaan data pemasyarakatan dan penyampaian informasi publik yang akurat serta transparan.
“Monitoring dan evaluasi Tekforma ini membahas berbagai capaian, kendala, serta langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pemanfaatan sistem teknologi informasi di lingkungan pemasyarakatan. Selain itu, konsolidasi yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat integrasi sistem serta meningkatkan validitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan.”ungkap Rudi,Jum’at(18/12/2025).
Pada sesi tanya jawab bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa kerja sama yang baik dengan media dan wartawan merupakan hal yang sangat penting dalam membangun citra positif pemasyarakatan di tengah masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif, edukatif, dan berimbang terkait pelaksanaan tugas serta program pembinaan di Lapas.
Lebih lanjut, Kalapas Mojokerto menegaskan bahwa Lapas Mojokerto telah dan akan terus membuka diri terhadap media sebagai bentuk komitmen keterbukaan informasi publik. Sinergi antara pimpinan, operator, humas, dan insan pers diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang modern, profesional, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi yang optimal.(red*)

Average Rating