BRILiaN FARM Ternak Kambing Dompet Dhuafa di Pacet Sebagai Tempat Edukasi dan Study Banding Bagi Peternak Pemula

Read Time:2 Minute, 6 Second

 

Kadang kambing Dompet Dhuafa di Padusan Pacet Mojokerto(Ft :Susilo/pojokkampungnews.com)

Pojokkampung,Mojokerto – Dompet dhuafa kolaborasi dengan BRILiaN FARM dalam berternak kambing pedaging jenis domba,yang berada di desa Padusan ,Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.Tempat ini disamping untuk pembesaran kambing untuk idul korban yang dangingnya di bagikan bagi kaum dhuafa, juga melayani masyarakat umum.

Sutikno (45) mengatakan,awal ceritanya bosnya sewa tempat dilahan Tegal desa padusan untuk ternak kambing.setiap idul adha dompet dhuafa harus menyediakan ratusan bahkan ribuan ekor untuk disebar diseluruh Jawa timur.

Dana untuk pembelian bibit domba berasal bantuan dari BRI kolaborasi dengan dompet dhuafa Jatim ,bantuannya berupa uang tunai ,kemudian yayasan Dompet Dhuafa yang membelikan bibit kambing.

“Khusus penggemukan untuk idul adha,jenis kambingnya jantan semua,tidak menyediakan kambing betina.”ucap Sutikno,Rabu(1/10/2025).

Tim BUMDES desa Sampangagung saat berkunjung di peternakan ksmbing dompet Dhuafa Pacet

Nantinya lanjut Sutikno, kalau ada keluhan ada penyakit ,Ia lapor kedinas Mojokerto(dinas pertanian),nanti UPT dinas kekandang bersama dokter hewan memeriksa apa penyakitnya(keluhannya).

“Kambing disini hanya dijual saat hari raya Idul Adha saja.untuk hari hari biasa tidak perna jual.”ungkapnya.

Untuk penjualan dari dompet dhuafa menuruti pembelinya, kirim juga bisa ,disembeleh sini(kandang) juga bisa ,sesuai permitaanya secara online.

Sutikno menuturkan terkait labah penjualan,Ia kurang paham ,sebab Ia hanya merawat kambing-kambingnya saja.”kalau masalah labah bersih tiap penjualan saya tidak tau,yang tau bos saya ,”ujarnya.

Saat pojokkampungnews.com bersama tim BUMDES Desa sampangagung berkunjung dilokasi kandang Kambing disini, per koloni/sket diisi 5-7 ekor kambing.Sutikno mengucapkan faktor kegagalan selama 7 bulan biasanya yang mati sekitar 20 ekor,penyebab kematian dari faktor penyakit dan cuaca

BACA JUGA :   Mengurangi Dampak Kenaikan Harga BBM,Polres Mojokerto Gencar Salurkan Baksos

“Yang paling banyak terlalu kecil kita beli,tak terbiasa makan keringan langsung kita kasih keringan,terlalu kecil kata orang Jawa belum disapih(masih menyusu induknya).”ungkapnya.

Menurutnya,kadang beli bibit kambingnya terlalu banyak,sekali datang 70 ekor kadang ada yang terlalu kecil itu sulit dirawat.

“Faktor kesulitannya kalau biasa beli asal cuaca panas disini mengkondisikan cuaca dingin ,jadi terlalu sulit bisa mencret(diare),”jelasnya.

Ternak kamping pembesaran Dompet dhuafa kolaborasi BRILiaN FARM di desa Padusan Pacet ini disamping sebagai tempat penggemukan kambing juga sebagian tempat edukasi bagi masyarakat umum maupun mahasiswa pertanian buat study banding

Dari pantuan dilapangan saat ini kambing yang ada tinggal 40-60 ekor menunggu datanya bibit kambing datang lagi.Total kapasitas kandang kambing dompet dhuafa muat sekitar 450 ekor.Untuk pakanya pihak pengelola sementara beli semua untuk bahan mentahan komposisinya mereka campur sendiri sesuai takaran .

Penulis : Susilo
Editor. : Putri
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Spread the love

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Hadapi Politik Global Tak Menentu, Wakil Ketua MPR RI Ajak Kader NasDem Dekat dengan Masyarakat
Next post Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III 2025, KPU Mojokerto Digelar Secara Terbuka